Senin, 09 November 2009

Metlit UTS

1. KONSEP DASAR PENELITIAN
Penelitian = suatu penyelidikan yg sisitematis yg harus dipenuhi untuk memperoleh informasi yg berguna dalam pengembangan imu dan pemecahan masalah.

Syarat” Penelitian :
1. Sistematis = terdapat aturan, prosedur, batasan dan ruang linkup yg jelas.
2. Empiris = harus mengumpulkan data” yg cukup dan representative sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
3. Rasional = menggunakan penalaran logis dan tidak memihak dalam menarik kesimpulan.

Proses Penelitian :
1. Penemuan masalah = hal yg paling sulit dan krusial, mencakup tahap” (identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau penentuan pokok permasalahan dan perumusan masalah)
2. Telaah teoritis = untuk menyusun kerangka teoritis yg menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian sehingga dapat di tarik hipotesis.
3. Pengujian fakta = pemilihan data (penentuan jumlah dan jenis data yg diteliti), pengumpulan data (survey dan observasi), analisis data (hasil akan digunakan sebagai bukti yg meyakinkan)
4. Kesimpulan = memberikan feedback pada masalah

Kriteria Penelitian Ilmiah :
a. Menyatakan tujuan yg jelas
b. Menggunakan landasan teoritis dan pengujian data yg relevan
c. Mengembangkan data hipotesis yg dapat di uji dan telaah teoritis atau berdasarkan pengungkapan data
d. Mempunyai kemampuan unruk di uji ulang (replikasi)
e. Memilih data dgan presisi sehingga hasilnya bisa dipercaya
f. Menarik kesimpulan secara obyektif
g. Melaporkan hasilnya secara parsimony

Metode Ilmiah
“cara menerapkan prinsip” logis terhadap penemua, pengesahan, dan penjelasan kebenaran”. (Almock)
“pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh interelasi.” (Ostle)

Kriteria = berdasarkan fakta, bebas prasangka, menggunakan prinsip” analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran objektif, menggunakan teknik kuantifikasi (ukuran” apa saja yg digunakan)

Langkah” Penelitian :
1. Memilih dan mengidentifikasi masalah
2. Survey terhadap data yg tersedia
3. Memformulasikan hipotesis
4. Mengumpulkan data primer
5. Mengolah dan menganalisis menjadi intrepretasi
6. Membuat generalisasi dan kesimpulan
7. Membuat laporan

Schluter :
1. Memilih bidang topik dan judul
2. Survey lapangan untuk merumuskan masalah yg ingin dipecahkan
3. Membuat biografi atau daftar pustaka atau studi literatur
4. Memfomilasikan dan mengidentifikasi masalah
5. Membedakan dan membuat outline dari masalah
6. Mengklasifikasikan masalah
7. Menentukan data yg dikehendaki sesuai pokok dasar masalah
8. Menentukan apakah bukti tersedia
9. Menguji data
10. Mengumpulkan data
11. Mengatur data secara sistematis secara analisis
12. Menganalisis data
13. Mengatur data untuk presentasi
14. Menggunakan foot note
15. Menulis laporan penelitian

2. LINGKUP DAN KLASIFIKASI PENELITIAN BISNIS
Tujuan Penelitian :
1. Penelitian dasar = untuk mengetahui konsep tertentu secara lebih mendalam
• Penelitian deduktif = untuk menguji kebenaran teori pada keadaan tertentu
• Penelitian induktif = untuk mengembangkan teori melalui pengungkapan fakta
2. Penelitian terapan = menekan pada pemecahan masalah” praktis, untuk menjawab spesifikasi dalam rangka penentuan kebijakan, tindakan atau kinerja tertentu.
3. Penelitian evaluasi = untuk menilai efiktifitas suatu tindakan, kegiatan atau program.
4. Penelitian dan pengembangan = untuk mengembangkan produk baru atau mengembangkan proses untuk menghasilkan produk.
5. Penelitian tindakan = untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yg ada.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Karakteristik Masalah :
1. Penelitian historis = penelitian terhadap masalah” yg berkaitan dgn fenomena masa lalu, untuk melakukan rekonstruksi fenomena masa lalu secara sistematis, obyektif, akurat dan untuk menjelaskan fenomena masa sekarang atau mengantisipasi fenomena di masa yg akan datang.
2. Penelitian deskriptif = penelitian terhadap masalah” berupa fakta” saat ini dari suatu populasi untuk menjawab pertanyaan yg berkaitan current status dari subyek yg diteliti.
3. Studi kasus dan lapangan = penelitian dgn karakteristik masalah yg berkaitan dgn latar belakang dan kondisi saat ini dari subyek yg diteliti, serta interaksi.
4. Penelitian korelasional = penelitian dgn karakteristik masalah berupa hub. korelasional antara 2 variable
5. Penelitian kausal komparatif = penelitian dgn karakteristik masalah berupa hub. sebab akibat antara 2 variable atau lebih.
6. Penelitian eksperimen = penelitian dgn karakteristik maslah yg sama dgn penelitian kausal komparatif.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Jenis Data :
1. Penelitian opini = terhadap data berupa opini atau pendapat responden untuk menyelidiki pandangan, persepsi atau penilai responden terhadap masalah tertentu yg berupa tanggapan terhadap diri responden atau kondisi lingkungan dan perubahannya.
2. Penelitian empiris =penelitian terhadap fakta empiris yg diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman dan lebih menekankan penyelidikan aspek prilaku daripada opini.
3. Penelitian arsip = penelitian terhadap data yg tertulis atau berupa arsip data.

3. MASALAH PENELITIAN
Penelitian dapat dilihat sebagai proses mencakup 2 tahap :
a. penemuan masalah
b. pemecahan masalah
“ baik penelitian dasar maupun penelitian terapan hasil nya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan“(Cooper dan Emory 1995)
“ perumusan masalah dengan baik merupakan setngah dari tahap pemecahan masalah” (Issac dan Michael 1989)

Sumber penemuan masalah
Masalah = penyimpangan antara kondisi yg seharusnya dgn kenyataan yg benar” terjadi.
Menurut (Stoner 1982) Masalah dapat diketahui bila:
a. terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
b. terdapat penyimpangan antara rencana dan kenyataan
c. ada pengaduan
d. ada kompetisi

Sumber masalah penelitian berasal dari :
a. literatur yang dipubikasikan : buku teks, jurnal, atau text data base
b. literatur yang tidak dapat dipubikasikan : lap TA, skripsi, tesis, disertasi, paper, atau masalah” seminar, dll

Rumusan masalah yang baik menurut (Fraenkle dan Wallen 1990) :
a. harus feasible = maslah harus dicarikan jawabannya melalui sumber yg jelas, tidak menghabiskan dana, tenaga dan waktu
b. harus jelas = semua orang memberikan presepsi yang sama terhadap masalah tsb
c. harus signifikan = jawaban tersebut harus ada kontirbusi terhadap pengembangan ilmu atau pemecahaan masalah kehidupan manusia
d. bersifat etis = tidak berkenaan dengan hal” yg bersifat etika, moral, nilai” keyakinan dan agama.

Rumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya dalam tujuan penlitian (Tuckman 1998). contoh : penelitian ini di maksudkan untuk menguji naskah, apakah ada hub. antara penyusunan anggaran partisipatif dgn kinerja manajerial.

Latar belakang masalah = segala informasi yang diperlukan untuk mengerti permasalahan yang ada

Tipe maasalah penelitian tergantung pada disiplin ilmu dan bidang studi yang menjadi minat dan perhatian peneliti, (Uma Sekaran 1992) ada 4 tipe masalah bisnis:
a. masalah yang ada saat ini di organisasi memrlukan solusi
b. area di organisasi memrlukan pembenahan atau perbaikan
c. persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan fenomena
d. pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban empiris

Bentuk” masalah penelitian:
a. permasalahan deskriptif = suatu permaslahan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri baik satu atau lebih. Peneitian deskriptif merupakan penelitian dalam bidang bisnis (Emory 1995)
Contoh rumusan masalah deskriptif:
a. seberpa tinggi tingkat produktivitas kerja karyawan PT XX
b. apakah sistem penerimaan kas PT XX telah mmemadai
c. berapa tingkt efektifitas penjualan dan jumlah barang yang terjual
d. bagaimana perhitungan harga pokok produk tsb
b. permasalahan komparatif = suatu permaslahan penelitian yang bersifat membandingan keberadaan suatu variabel atau lebih pada suatu sampel yang berbeda.
Contoh :
apakah ada perbedaan produktivitas kerja PNS, BUMN dan pegawai swasta? (1 variable pada 1 sampel)
apakah ada perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara pegawai swasta nasional dan perusahaan asing? (2 variable pada 2 sample)
c. permasalahan asosiatif = suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antar dua variabel atau lebih. Terdapat 3 bentuk hubungan yaitu:
a. hubungan simetris yaitu hubungan antara dua varibel atau lebih yang kebetulan muncul bersamaan
b. hubungan kausal yaitu hubungan bersifat sebab akibat ada variabel independen(mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi)
c. hubungan interaktif/timbalbalik yaitu hubungan saling mempengaruhi disini tidak diketahui mana independen dan dependen

Metode penemuan masalah :
a. pendekatan formal ada 6 metode yang dapat digunakan untuk menemukan masalah yaitu
1. metode analogi = menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian pada bidang tertentu untuk menemukan masalah npenelitian pada bidang lain yang terkait.
2. Metode renovasi = dapat menentukan cara memperbaiki komponnen teori yang kurang relevan atau metode lain yang lebih efefktif
3. metode dialektis = dengan mengajukan usulan pengembangan thd teori atau metode yang telah ada.
4. Metode morfologi = yang dapat menemukan masalah penelitian dengan menganalisis berbagai kemungkinan kombinasi bidang masalah penelitian yang salah berhubungan.
5. Metode dekomposisi = penelitian dengan cara membagi masalah ke dalam elemen” yang lebih spesifik.
6. Metode agregasi = yang dapat menemukan masalah penelitian dengan menggunakan hasil penelitian dari berbagai bidang penelitian yang berbeda untuk menemukan masalah yang lebih kompleks.
b. pendekatan informal terdiri dari 4 metode :
1. metode perkiraan = yang berdasarkan intuisi membuat keputusan mengenal situasi tertentu yang diperkirakan mempunyai potensi masalah.
2. metode fenomenologi = menemukan masalah penelitian berdasarkan hasil observasi thd fakta atau kejadian.
3. metode consensus = ide masalah penelitian ditemukan berdasarkan adanya konsensus dalam praktek bisnis.
4. metode pengalaman = masalah penelitian ditemukan berdasarkan pengalaman perusahaan atau orang” dalam perusahaan.

Kesalahan umum dalam menemukan masalah
Beberapa masalah yang umumnya dilakukan peneliti dalam tahap penemuan masalah penelitian. (Issac Michael 1989):
1. Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan peneitian yang jelas
2. Peneliti memperoleh sejumlah data dan berusaha untuk merumuskan masalah peneitian sesuai dengan data yang tersedia.
3. Peneliti merumuskan masalah peneiti dalam berntuk terlalu umum.
4. Peneliti menmukan masalah tanpa terebih dahulu menelaah hasil2 penelitian sebelumnya dengan topik sejenis.
5. Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi thd pengembangan teori atau pemecahan masalah


4. KERANGKA TEORITIS
Teori = logika atau penalaran yg merupakan seperangkat konsep, definisi dan proposisi yg disusun secara sistemtis.
Fungsi teoritis
1. menjelaskan (explanation) = memperjelas dan mempertajam ruang lingkup variable yg diteliti
2. meramalkan(prediction) = merumuskan hipotesa dan menyusun instrumen penelitian dan penyg bersifat prediktif
3. pengendalian (controlling) = membahas hasil penelitian dan selanjutnya digunakan untu memberikan dalam upaya memecahkan masalah.

Kerangka teoritis sebagai landasan dalam suatu penelitian yg relevan dgn variabe yg diteliti. Berapa jumlah kelompok teori yg di uraikan / dideskripsikan akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknik tergantung pada jumlah variable yg diteliti.

Langkah” untuk mendeskripsikan teori :
1. Tetapkan nama dan jumlah variable yg diteliti
2. Cari sumber bacaan (buku, text book, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, laporan penelitian, TA, skripsi atau tesis) sebanyak”nya yg relevan dgn setiap variable yg diteliti.
3. Lihat daftar isi setiap buku atau text book, dan pilih topik yg relevan dgn variable yg diteliti.
4. Cari definisi setiap variable yg akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dgn sumber lainnya, dan pilih definisi yg sesuai dgn penelitian yg dilakukan.
5. Baca seluruh topik buku yg sesuai dgn variable yg diteliti, lakukan analisa dan buatlah rumusan tentang isi setiap sumber bacaan.
6. Deskripsikan teori yg telah dibaca dari berbagai sumber bacaan ke dalam bentuk tulisan

Variable penelitian = suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yg mempunyai variasi tertentu yg ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

Variable secara konseptual :
1. Variable independent = variable yg mempengaruhi atau yg menjadi sebab terjadinya variable dependen (terikat)
2. Variable dependen = variable yg dipengaruhi atau yg menjadi akibat karena adanya variable independent (bebas).
3. Variable moderating = variable yg mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hub. antara variable independent dgn variable dependent.
4. Variable intervening = variable yg secara teoritis mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hub. antara variable imdependent dgn variable dependent, namun tidak dapat diamati dan diukur.

Kerangka berpikir
 model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dgn berbagai faktor yg telah di identifikasi sebagai masalah yg penting (Uma Sekaran 2000).
 suatu penelitian hanya di kemukakan apabila dalam penelitian tsb meibatka 2 variable, dan apabila penelitian hanya membahas satu atau lebih variable mandiri maka yg dilakukan oleh peneliti cukup mengemukakan deskripsi teoritis untuk setiap variable dan argumentasi terhadap variasi besaran variable yg diteliti (Sapto Haryoko 1999).
 penelitian yg mengkaji 2 variable atau lebih, biasanya dirumuskan hipotesa yg berbentuk komparasi atau hub. oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesa penelitian yg berbentuk hub. maupun komparasi, maka perlu dikemukakan kerangka berpikir.

Langkah” menyusun kersngks berpikir yg selanjutnya merumuskan hipotesa :
1. menetapkan variable yg diteliti
2. membaca buku dan hasil penelitian
3. deskripsi teori dan hasil penelitian
4. analitis kritis terhadap teori dan hasil penelitian
5. analisis komparatif tehadap teori dan penelitian
6. sintesa / kesimpulan

Kerangka berpikir yg baik meliputi (Uma Sekaran 2000) :
1. variable yg diteliti harus dijelaskan
2. deskripsi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan kaitan antar variable yg diteliti dan ada teori yg didasari
3. deskripsi jg harus dapat menunjukan dan menjelaskan apakah hub. antar variable itu positif atau negatif, berbentuk simetris, kausal atau interaktif
4. selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk model penelitian, sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yg dikemukakan dalam penelitian

Hipotesis = jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, karena jawaban yg diberikan baru didasarkan pada teori yg relevan, belum didasarkan pada fakta empiris.

2 macam hipotesis penelitian :
 hipotesis nol = menyatakan suatu hub. antar variable yg definitif atau eksak sama dgn nol, atau secara umum dinyatakan bahwa tidak ada hub. atau perbedaan antar variabe yg diteliti. contoh : tidak ada perbedaan signifikan antara presepsi akuntan dan mahasiswa terhadap etika bisnis
 hipotesis alternatif = menunjukkan adanya hub. atau perbedaan antar variable yg diteliti. contoh : ada perbedaan motivasi kerja yg signifikan antara pekerja pada perusahaan asing dgn perusahaan nasional

Karakteristik hipotesis yg baik :
1. berupa pernyataan yg mengarah pada tujuan penelitian
2. dinyatakan dalam kalimat yg jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran
3. dapat di uji dgn data yg dikumpulkan dgn metode ilmiah

5. PEMILIHAN DATA (SAMPEL)PENELITIAN
Populasi = sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karateristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

Tipe data penelitian :
1. Data kuantitatif adalah data yang menunjukan jumlah atau banyaknya sesuatu,misalnya pendapatan, nilai persediaan, gaji karyawan dll.
2. Data kualitatif adalah data yang dapat dikategorikan tetapi tidak dapat dikuantitatifkan, misalnya jenis pekerjaan, jenis kelamin, musim, selera konsumen dll.

Sampel adalah kegiatan meneliti yang jumlahnya sebagian dari elemen” populasi.
Sensus adalah kegiatan meneliti yg jumlahnya seluruh elemen populasi.

Alasan penelitian Sampel
1. Jika jumlah elemen populasi relative banyak
2. Kualitas data yang dihasilkan oleh penelitian sampel sering lebih banyak dibandingkan dgn hasil sensus,karena proses pngumpulan dan analisis data sampel relative sdikit maka dpt dilakukan dgn lebih teliti.
3. Proses penelitian dgn mengunakan data sampel relative lebih cepat daripada sensus , sehingga informasi yg dibutuhkan dari hasil penelitian dpt cepat disajikan.
4. Penelitian sampel tpt dilakukan terutama kasus pengujian yg sifatnya merusak.

Kriteria pemilihan sampel :
1. Akurasi sampel = sejauh mana sampel dpt mngestimasi parameter ppulasi dgn tepat.Akurasi berkaitan dgn tingkat keyakinan(confidence level).
2. Presisi sampel = sejauh mana hasil penelitian brdasarkn sampel dpt merefleksikan realitas populasi yg diteliti. Presisi mnunjukan tingkat ktepatan hasil penelitian , yg umumnya dinyatakan dgn interval keyakinan (confidence interval) dari sample terpilih.

Prosedur pemilihan sampel
a. Mengidentifikasi populasi = populasi yg relavan dgn tujuan / masalah penelitian.

b. Memilih kerangka pemilihan sampel (Sample frame). Kerangka sampel = elemen” populasi yg akan dijadikan dasar untuk menentukan sampel.


c. Menentukan metoda pemilihan sampel. Metoda pmilhan sampel secara garis besar dikelompokan menjadi dua :
1. Probability sampling = teknik pmilihan sampel yg mmberikan peluang yg sama bagi setiap elemen populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi :
• Simple random sampling = pemilihan sampel dari elemen ppulasi dilakukan secra acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tsb.
• Systematic sampling = teknik ini seluruh elemen ppulasi diberi nomor urut dan sampel dipilih dgn nmr tertentu secara acak.
• Stratified random sampling = teknik ini digunakan bila ppulasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
• Cluster sampling = teknik ini elemen ppulasi dibagi kedalam beberapa sub kelompok berdasarkan criteria yg tersedia dalam data.
• Area sampling = merupakan teknik pemilihan sampel acak berdasarkan kelompok dari populasi yg lokasi geografisnya terpencar.
2. Non-Probability sampling = teknik pemilihan sampel yg tidak memberikan peluang atau kesempatan yg sama bagi setiap elemen populasi untuk dipilh menjadi anggota sampel.
• Convience sampling = teknik ini memilih sampel dari elemen populasi yg datanya mudah diperoleh peneliti.
• Judgment sampling = teknik pemilihan sampel tidak secara acak yg informasinya diperoleh dgn menggunakan pertimbangan tertentu.
• Quota sampling = pemilihan sampel tidak secara acak dapat dilakukan berdasarkan kuota (junlah tertinggi) untuk setiap kategori dlm suatu ppulasi.
• Snowball sampling = teknik pemilihan sampel dimana sampel pertama dipilih dgn metode probalitas, dan kemudian sampel berikutnya diperoleh informasi yg diberikan dari sampel yg pertama.

d. Menentukan ukuran sampel (sample size)
Sx=s/akar (n-1)
Sx= variasi ppulasi
S= standar deviasi rata2 sampel

e. Menentukan unit sampel, Unit sampel = suatu elemen atau sekelompok elemen yg menjadi dasar untuk dipilih sebagai sampel. Kesalahan proses pemilihan sampel dapat berupa kesalahan dalam :
1. Penentuan kerangka sampel
2. Pemilihan sampel secara acak

6. SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA
Jenis Data :
1. Data subyek = jenis data penelitian yg berupa opini, sikap, pengalaman atau karateristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian.
2. Data fisik = jenis data penelitian yg berupa objek atau benda benda fisik. Data fisik dpt berupa benda berwujud yg menjadi bukti suatu keberadaan atau kejadian pada masa lalu.
3. Data dokumenter = jenis data penelitian yg antara lain berupa faktur, jurnal, surat2, notulen rapat, memo atau dalam bentuk laporan program. Data documenter memuat apa dan kapan kejadian atau transaksi , serta siapa yg terlibat dlm suatu kejadian.

Sumber Data :
1. Data primer = sumber data penelitian yg diperoleh secara langsung dari sumber asli tidak melalui media perantara. Data primer dapat berupa opini sunjek (orang) secra individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian / kegiatan dan hasil pengujian2.
2. Data Sekunder = sumber data penelitian yg diperoleh peneliti secra tdk langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain)

Tipe data sekunder :
1. Data internal = dokumen2 akuntansi dan oprasi yg dkumpulkan, dicatat dan disimpan di dlm suatu organisasi merupakan tipe data internal..contohnya Faktur, jurnal, laporan keuangan, laporan manajerial, memo manejemen, notulen rapat, dll.
2. Data eksternal = umumnya disusun oleh suatu entitas selain penelitian dari organisasi yg bersangkutan.

Penelusuran data sekunder dilakukan dgn dua cara :
1. Penelusuran secra manual untuk data dlm format kertas hasil cetakan.
2. Penelusuran dgn computer untuk data dalam format elertronik.


Metode Pengumpulan Data Primer.
1. Metode survey = metoda pengumpulan data primer berdasarkan komunikasi antara peneliti dgn responden yg mengunakan pernyataan lisan atau tertulis. Metode survey, yaitu Wawancara dan kuesioner.

- Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data , apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.
- Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dgn cara mmberikan seperangkat pernyataan / pernyataan tertulis kpd responden u/ dijawab.

Teknik pengumpulan data (Uma Sekaran 1992):
1. Prinsip penulisan kuesioner :
1. Isi pernyataan / pernyataan harus disusun u/ memenuhi tujuan penelitian.
2. Bahasa yg digunakan dlm penulisan kuesioner harus disesuaikan dgn kemampuan bahasa responden.
3. Tipe pernyataan dalam kuesioner dapat terbuka atau tertutup, sehingga harus sesuai dengan layout kuesioner.
4. Setiap pernyataan dalam kuesioner jangan mendua sehingga menyulitkan responden untuk menjawab.
5. Pernyataan dlm kuesioner sebaiknya tidak menanyakan hal-hal yg sekiranya responden sudah lupa.
6. Pertayaan dalam kuesioner sebaiknya tidak mengiringi ke jawaban yg baik saja atau jelek saja.
7. Pernyataan dalam kuesioner sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat responden jenuh dalam mengisi.
8. Urutan pertayaan dalam kuesioner, dimulai dari yg umum menuju ke hal yg spesifik atau dari yg mudah menuju ke hal yg tersulit.

2. Prinsip pengukuran = yg diberikan kepada responden merupakan instrument penelitian, yg digunakan untuk mengukur variable yg akan diteliti.
3. Penampilan fisik kuesioner sebagai alat pengumpulan data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi kuesioner.

Teknik Survey :
- Wawancara Tatap muka
. kelebihan
1. Menghasilkan lebih banyak data.
2. Kontak langsung dengan responden, sehingga peneliti dapat menanyakan masalah yg lebih komplek, sensitive, atau controversial.
3. Tingakat partisipasi responden relative tinggi.
. kelemahan
1. Memungkinkan terjadinya bias pewawancara
2. Memerlukan waktu dan biaya yg relative bnyak jika jumlah responden relative besar dan secara geografis letaknya terpencar.

- Wawancara via telepon
. kelebihan
1. Waktu pengumpulan data responden relative lebih cepat dgn tenaga dan biaya yg relative lebih sedikit
2. Memperoleh tanggapan segera dari responden setelah pewawancara dapat menghubunginya lewat telepon.
.kelemahan
1. Pewawancara tidak dapat mengamati ekspresi responden saat diwawancara
2. Responden setiap saat menolak u/ menanggapi pertanyaan dgn memutuskan hubungan telepon.
3. Durasi wawancara relative terbatas.

Kuesioner secara Langsung
.kelebihan
1. Peneliti dapat memberikan penjelasan mengenai tujuan survey dan pernyataan kurang dipahami oleh responden.
2. Tanggapan langsung atas kuesioner dapat langsung dikumpulkan o/ peneliti setelah diisi o/ responden.
.kelemahan
1. Waktu dan biaya pengumpulan biaya data relative banyak jika responden yg harus dihubungi secara geografis terpencar.
2. Memungkinkan terjadinya bias o/ surveyor.

Kuesioner melalui pos
. kelebihan
1. Pengumpulan data responden yg secara geografis terpencar memerlukan waktu dan biaya relative sedikit dgn teknik wawancara
2. Jumlah pernyataan yg diajukan relative banyak
3. Meminimasi kemungkinan terjadinya bias oleh peneliti.
.kelemahan
1. Tingkat tanggapan responden umumnya lebih rendah.
2. Tanggapan responden tidak sesuai dgn konteks / maksud pertanyaan dlm kuesioner
3. Responden kemungkinan mengisi kuesioner secara tidak lengkap.


Metode observasi = segi proses pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi :
1. Observasi berperan serta = peneliti terlibat dgn kejadian sehari-hari orang yg sedang diamati / yg digunakan sebagai sumber data penelitian.
2. Observasi nonpartisipasi = peneliti tdk terlibat secra langsung hanya sebagai pengamat yg independen.
3. Observasi terstruktur = obsevasi yg telah di rancang secara sistematis, tentang apa yg akan diamati dan dimana temapatnya.
4. Observasi tudak terstruktur = observasi yg tidak disiapkan secara sistematis tentang apa yg akan di observasikan.

7. ANALISIS DATA
Editing = proses pengecekan dan penyesuaian yg diperlukan terhadap data penelitian yg telah terkumpul.
Tujuan = mengurangi kesalahan atau kekurangan yg ada dalam data” yg terkumpul.

Editing dilakukan terhadap :
1. Kelengkapan jawaban
2. Keterbacaan tulisan
3. Kejelasan makna jawaban
4. Kesesuaian jawaban
5. Relevansi jawaban
6. Keseragaman satuan data

Koding = mengklasifikasikan jawaban” dari responden ke dalam kategori”
Langkah” yg dilakukan saat koding :
1. Menentukan kategori yg akan digunakan
2. Mengaokasikan jawaban” responden pada kategori” tsb.

Kesimpulan penelitian atau pemecahan masalah penelitian dibuat berdasarkan hasil proses pengujian data yg meliputi : pemilihan, pengumpulan dan analisis data

Konsep yg digunakan untuk mengukur kualitas data : validitas dan reabilitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar